Powered by Blogger.
Showing posts with label informasi. Show all posts
Showing posts with label informasi. Show all posts

Sunday, April 6, 2014

INFORMASI

     Informasi memiliki berbagai makna tergantung pada ilmu yang membahasnya. Banyak definisi mengenai informasi yang satu sama lain bisa berbeda. Informasi didahului oleh sebuah peristiwa, peristiwa ini diwakili dalam bentuk simbol. Simbol yang disusun menurut peraturan dan konvensi yang mapan merupakan data. Data dapat berupa data numerik (angka), tekstual (berupa huruf), audio (berupa suara atau bunyi), video (berupa gambar), citra atau gabungan antara dua jenis data atau lebih. Data yang diterima oleh pancaindera manusia berubah menjadi informasi.

      Bilamana informasi disebarkan ke manusia lain, maka informasi tersebut menjadi pengetahuan selama informasi tersebut merupakan hal baru bagi si penerima. Pengetahuan baru membuat manusia penerima tersebut menjadi lebih “bijak” atau lebih tahu daripada sebelumnya. Kebijakan atau ketahuan ini dapat berkembang menjadi keyakinan atau faith. Rangkaian dari peristiwa hingga ke kebijakan atau bahkan ke keyakinan merupakan kontinum informasi.
      Informasi yang dibuat manusia maupun badan korporasi (perusahaan, departemen, instansi, yayasan, dan sejenisnya) dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu informasi terekam dan informasi tak terekam dalam media tertentu. Apapun bentuknya, informasi terekam merupakan dokumen. Istilah dokumen sinonim dengan rekaman. Manusia merekam informasi karena alasan pribadi, sosial, ekonomis, hukum, instrumental, simbolis, dan demi perkembangan ilmu pengetahuan.
      Dokumen yang digunakan untuk menjalankan kegiatan badan korporasi atau perorangan disebut rekod. Rekod ada yang dapat dimusnahkan dan ada yang disimpan permanen. Rekod yang disimpan permanen karena alasan administratif, historis, ilmu pengetahuan dan kepentingan umum disebut arsip. Lembaga yang menyimpan arsip dikenal sebagai depo arsip.



Saturday, April 5, 2014

INFORMASI

Tiga pandangan mengenai definisi informasi:

1. Pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai fakta atau data. Pandangan ini menganggap informasi sebagai material yang bisa dipindahkan.
Sebagai contoh: di pintu ruang praktek seorang dokter tertulis informasi bahwa dokter praktek setiap hari X pada jam Y, sehingga dengan adanya informasi tersebut para pasien menjadi tahu bahwa dokter tersebut hanya praktek pada hari dan jam sebagaimana tertulis di papan informasi. Dari contoh di atas terlihat bahwa kalimat “dokter praktek setiap hari X pada jam Y ” menjadi informasi yang sifatnya material. Penekanan dari contoh di atas lebih ke pada proses pendistribusian informasi.

2. Pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai makna data pandangan ini mendefinisikan informasi sebagai arti atau maksud dari sesuatu data. Dalam hal ini, masing-masing orang bisa memiliki penafsiran yang berbeda tentang arti atau maksud suatu data. Penafsiran terhadap suatu data dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang terhadap data, latar belakang disiplin ilmu dan latar belakang budaya.
Sebagi contoh: Asep mengajak Ujang dan Joko untuk makan di rumahnya, Ujang menjawab atos makan. Karena Asep dan Ujang orang Sunda maka Asep tahu makan dari atos adalah sudah makan. Namun sebaliknya Joko yang orang Jawa memaknai istilah atos sebagai gambaran sesuatu yang keras, maka Joko cukup kaget mendengar ucapan Ujang. Dari contoh di atas tampak bahwa “atos” menjadi informasi yang yang lebih menekankan pada makna dari informasi tersebut. dalam hal ini, “atos” dimaknai berbeda oleh individu-individu yang terlibat dalam percakapan.

3. Pandangan yang mendefinisikan informasi sebagai sesuatu yang digunakan untuk mengurangi ketidak pastian, untuk itu perlu diberi alternatif pilihan informasi.
Sebagai contoh: Issu adanya lemak babi pada salah satu produk makanan favorit Amir membuat Amir cukup gelisah karena selama ini dia selalu mengkonsumsi makanan tersebut. Namun, setelah pihak perusahaan makanan yang bersangkutan, pihak MUI dan pihak-pihak yang berkompeten dengan kasus tersebut memberikan informasi bahwa produk makanan tersebut bebas dari lemak babi maka Amir menjadi lega. Ilustrasi di atas menggambarkan peran informasi sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk mengatasi ketidak- pastian. Kebingungan Amir teratasi dengan adanya informasi dari berbagai sumber.