Powered by Blogger.
Showing posts with label model komunikasi. Show all posts
Showing posts with label model komunikasi. Show all posts

Wednesday, April 16, 2014

MODEL- MODEL KOMUNIKASI MENURUT LITTLEJOHN



Model menurut Littlejohn adalah representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan/ide. Model sering digunakan untuk menggambarkan berbagai fenomena yang terjadi dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali peristiwa komunikasi.

MODEL adalah Representasi suatu fenomena baik nyata ataupun abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting dalam fenomenan tersebut.

      Dalam peristiwa komunikasi model digunakan untuk melihat faktor-faktor atau unsur-unsur yang terlibat dalam peristiwa komunikasi, struktur yang terjadi dalam peristiwa komunikasi dan peran yang dimainkan oleh masing-masing unsur.

Fungsi Model :
1. Melukiskan Proses Komunikasi
2. Menunjukan Hubungan Visual
3. Membantu menemukan dan memperbaiki kemacetan komuni

Di dalam ilmu komunikasi sendiri ada tiga urutan kelompok model, yaitu:

  1.   Model dasar komunikasi, yang menggambarkan proses terjadinya peristiwa komunikasi, yaitu menggambarkan tentang unsur-unsur apa saja yang terlibat dalam peristiwa komunikasi dan bagaimana masing-masing unsur saling terkait membentuk suatu proses komunikasi. Adapun yang termasuk model dasar komunikasi adalah model komunikasi intra pribadi dan antar pribadi dari Barnlund; model komunikasi linear dari Lasswell: model komunikasi sirkuler dari Osgood dan Schramm; model komunikasi Gerbner; Model komunikasi Riley and Riley; model komunikasi Newcomb; model komunikasi Shanon dan Weaver; model komunikasi DeFleur;

  2.  Model pengaruh komunikasi, yaitu model yang menggambarkan bagaimana upaya komunikator dalam mempengaruhi khalayak agar pesan yang disampaikan dapat diterima oleh khalayak. Yang menjadi titik perhatian dari model ini adalah pihak komunikator atau sumber penyampai pesan. Adapun termasuk dalam model pengaruh komunikasi antara lain: model stimulus respon dari Dew Flerur; model pengaruh psikkologis TV dari Comstock; model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld; model spiral kehening dari Noelle-Neumann;

  3.  Model dampak komunikasi, dengan fokus utama pada dampak dari suatu peristiwa komunikasi. Model ini menggambarkan bagaimana akibat atau dampak yang terjadi pada diri khalayak setelah khalayak diterpa suatu pesan komunikasi. Dampak yang ditimbulkan bisa hanya sekedar terbentuknya pengetahuan (kognitif) khalayak, bisa sikap (afektif) khalayak, atau bahkan sampai terjadi perubahan perilaku ( konatif) pada diri khalayak.

Wednesday, April 9, 2014

Model-model komunikasi secara garis besar dibagi 2 yaitu



A.    Model informasional
B.    Model relasional 

Model Informasional :

1.     Model Komunikasi dari Aristotles
Salah satu pengutara model yang terdahulu yaitu seorang filsof Yunani, Aristotles. Aristoteles menyajikan komunikasi sebagai bentuk komunikasi antara orator dengan audience yang berjumlah banyak.
Modelnya meliputi sedikit elemen. Ini bisa dipahami mengingat Aristoteles hidup sekitar tahun 500 BC. Jadi saat itu belum ada media komunikasi yang muncul untuk membantu orator menyampaikan pesannya kepada audience yang berjumlah banyak. Satu-satunya jalan adalah dengan berpidato di hadapan khalayak (audience) yang berjumlah banyak. 

2.     Model Komunikasi dari Harold Laswell
Ahli ilmu politik Harold Laswell, menulis pada 1948, pertanyaan : “Siapa yang berbicara, menggunakan saluran apa dan apa efeknya?” (“Who says what in which channel with what effect?”)
Model Laswell memberi perhatian pada impact/pengaruh dari komunikasi. Perhatiannya terjadi ketika Adolph Hitler dan Winston Churchill memberi pengaruh kuat ketika berpidato baik langsung maupun menggunakan radio.
Bukan hal yang mengherankan bahwa sebagai seorang ahli politik, Lasswell tertarik pada efek komunikasi yang dihasilkan oleh kedua orator ulung tersebut, karena keduanya memberikan efek yang luar biasa kepada para audience-nya.

3.     Model Komunikasi dari Shannon and Weaver
Model Shannon and Weaver (1949) berfokus pada teori informasi, dan khususnya mengenai transmisi dan penerimaan message.
Modelnya terdiri dari tige elemen: transmiter, receiver dan sumber gangguan. Dalam telekomunikasi, alat transmiter dan penerima bisa berupa alat perangkat keras, yang digunakan antara pengirim dan penerima.
Gangguan bisa berasal dari cuaca yang buruk, peralatan listrik yang terganggu oleh sinyal dsb.
Shannon dan Weaver tampak lebih intens memperhatikan adanya sumber gangguan (noise source) yang mungkin ada saat seseorang melakukan komunikasi menggunakan alat-alat transmisi, karena mereka berdua memiliki pengalaman bekerja di area telekomunikasi dimana sumber gangguan sering muncul. Dengan adanya sumber gangguan (noise source) ini banyak kemungkinan dapat terjadi. Bisa saja pesan (message) yang disampaikan oleh sumber informasi (info source) tidak sampai ke tujuan (destination), bisa juga si penerima salah mengartikan pesan, atau dapat pula pesan justru diterima orang lain. 

4.     Model Komunikasinya Schramm
Wilbur Scrharamm (1954) mulai mempelajari komunikasi sebagai disiplin independent.
Salah satu kontribusi Schramm adalah adanya kesadaran tentang field of experience (bidang pengalaman) yang dimiliki pengirim maupun penerima.
Pengirim akan meng-encode pesan berdasarkan atas pengalamannya.
Penerima akan men-decode pesan berdasarkan pengalamannya.
Seandainya antara pengirim dan penerima tidak terdapat pengalaman yang sama, maka komunikasi tidak akan terjadi.
Kemampuan penerima men-decode message sesuai dengan aslinya tergantung dari adanya pengalaman yang sama atas message tersebut. Model lain dari Schramm meperkenalkan ide tentang feedback dari penerima kepada pengirim pesan. Dalam model ini komunikasi menjadi proses berkesinambungan dari pengiriman message dan feedback.
Model ini menunjukkan adanya interaksi.
Model ini menunjukkan pesan membuat lingkaran. 

5.     Model dari Berlo
Berlo (1960) mengambil pendekatan yang berbeda untuk mengkonstruksi model.
Ia menciptakan model yang ia sebut sebagai “model dari isi komunikasi. Model ini mengindentifikasi factor-faktor yang mengontrol atas empat elemen komunikasi yaitu: Source/sumber, Message/pesan, Channel dan Penerima.
Model ini menjanjikan pertolongan dalam mengidentifikasi factor-faktor spesifik yang digunakan dalam eksperimen.